Laman

Sabtu, 25 November 2017

Vaksin Meningitis Dapat Memberikan Perlindungan

Vaksin meningitis, Para ilmuwan belum dapat melakukan pengembangan vaksin khususnya untuk melawan penyakit gonore, meski telah melakukan penelitian lebih dri 100 tahun. Namun, dari mereka mungkin secara kebetulan pada akhirnya menemukan sesuatu yang dapat memberi petunjuk untuk memajukan pengembangan vaksin yang semacam itu. Sudah beberapa dekade yang lalu, pada akhir tahun 1990-an telah terjadi epidemik salah satu jenis penyakit meningitis B yang ada di Selandia Baru. Sebuah vaksin, MeNZB, dilakukan pengembangan untuk dapat melindungi masyarakat muda yang memiliki risiko tertinggi untuk mendapatkan meningitis tipe ini. namun, sayangnya vaksin ini tidak dapat memberikan perlindungan untuk tipe meningitis B lainnya.

Vaksin Meningitis Dapat Memberikan Perlindungan

Antara tahun 2004 dan 2006, MeNZB dapat diberikan kepada siapa saja yang masih berusia dibawah 20 tahun. Bagi dan anak-anak prasekolah diimunisasi secara  rutin hingga tahun 2008. Orang yang dengan risiko tingginya akan terus mendapatkan vaksin meningitis hingga tahun 2011. Setelah epidemik usai, program vaksinasi pun dihentikan.

Sementara, para ilmuwan yang melihat bahwa dari vaksin meningitis juga tampaknya dapat menawarkan beberapa perlindungan terhadap penyakit gonore. Sebuah studi yang telah diterbitkan di Lancet pada bulan lalu menunjukkan bahwa dari sepertiga orang yang sudah menerima MeNZB tidak akan terkena penyakit gonore, dibandingkan dengan mereka kelompok kontrol yang tidak melakukan vaksinasi. Telah tercatat bahwa bakteri yang juga dapat menyebabkan kedua penyakit tersebut berbagi antara 80 dan 90 persen urutan genetik primer mereka.

Dr Steven Black salah seorang ahli penyakit menular di Rumah Sakit Anak Cincinnati telah mencatat, bahwa ini adalah pertama kalinya terbukti Anda itu bisa mendapatkan vaksin yang bisa melindungi diri dari penyakit gonore. Dan jika hasil ini dikonfirmasi di tempat lain, itu artinya sangat masuk akal untuk dapat memajukan dan mengambangkan vaksin yang lebih tepat sasaran, khususnya vaksin meningitis.

Dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan laporan bahwa penyakit gonore itu akan menjadi lebih sulit dan terkadang juga tidak akan dapat diobati. Badan ini juga memperingatkan bahwa gonore itu bisa jadi tidak dapat disembuhkan dalam waktu yang lama. Pada saat ini, tidak ada antibiotik baru yang dapat dikembangkan untuk mengobati penyakit ini.

Seorang petugas medis yang ikut terlibat dalam reproduksi manusia di WHO yakni Dr Teodora Wi mengatakan, bahwa bakteri yang dapat menyebabkan gonore sangat cerdas sekali, sebab setiap kali kita menggunakan antibiotik golongan baru untuk mengobati infeksi, bakteri terus berkembang untuk melawannya.

Penyakit gonore adalah penyakit kedua yang paling banyak dilaporkan di Amerika Serikat. Seluruh kasus yang telah diketahui harus dilaporkan segera ke CDC, namun pejabat yang ada di sana memperkirakan bahwa mereka diberitahu kurang dari setengah 800.000 kasus baru untuk setiap tahunnya.

Untuk wanita mungkin tidak memiliki gejala apapun, tapi penyakit gonore yang tidak dapat diobati ini juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Hal inilah yang dapat menyebabkan penyakit radang panggul dan dapat menyebabkan kehamilan ektopik yang dapat mengancam jiwa. Serta bagi wanita hamil juga dapat menyebarkan penyakit gonore kepada bayi mereka sendiri. Gonore dapat menyebabkan ketidaksuburan bagi pria dan wanita dan dapat penderita memiliki kemungkinan yang lebih besar terkena HIV.

Studi tentang epidemik Selandia Baru dapat mengubah pendekatan untuk melakukan pengembangan vaksin dalam melawan penyakit gonore. Jadi semua itu dapat disimpulkan bahwa vaksin pencegahan dapat menjadi satu-satunya solusi berkelanjutan untuk bakteri yang berubah cepat dan telah terbukti mahir dalam mengembangkan resistensi