Laman

Kamis, 28 Desember 2017

Balita Meningitis Kehilangan Dua Lengan dan Kaki

Balita MeningitisBalita perempuan berusia tiga tahun bernama Harmonie harus kehilangan kedua kaki dan lengannya akibat dari penyakit meningitis yang telah menyerangnya ketika ia masih bayi. Dan ketika itu ia hampir saja meninggal dan diberi kesempatan bertahan hidup hanya 10 persen saja, itu artinya kesempatan hidup sangat kecil. Penyakit meningitis menyerang dirinya saat berusia sembilan bulan. Dia terus berusaha mengalahkan itu semua untuk terus bertahan, namun kedua kaki diamputasi di lutut dan kedua lengannya dilepas di siku. Tapi, kini dia sudah terlihat sangat baik, setelah melihatnya turun ke es di Glice Rink di Avon Valley Adventure and Wildlife Park di Keynsham, Somerset.

Balita Meningitis Kehilangan Dua Lengan dan Kaki

Balita meningitis itu sudah terlepas dari penyakit yang mematikan. Dia dilengkapi dengan liner di kaki palsunya yang dapat membantunya untuk meluncur melintasi es sintetis. Bersama dengan kedua orang tuanya, Freya dan Ross, menuturkan bahwa Harmonie telah menggunakan liner di ujung kakinya agar bisa meluncur dan melintasi es.

Dan bahkan, dokter pun memberikan nasihat kepada kedua orang tuanya bahwa Harmonie dapat melakukan sesuatu yang lebih dari es ini, sepertinya dia sangat suka dengan alam es seperti alam biasanya. Balita meningitis tersebut kini sudah terbebas dari meningitis.

Kata ayah dan ibunya Harmonie, Liner yang dia kenakan itu memiliki bantalan yang khusus pada bagian bahwa sehingga dia tidak mudah tergelincir dan jatuh. Harmonie juga belum suka memakai prostetik di sepanjang waktu, jadi itu sangat baik sehingga membuatnya menjadi tegak dan lurus.

Prostetik merupakan pasangan pertama yang dibeli oleh orang tuanya Harmonie secara pribadi sebab dokter saat itu harus mengamputasi kedua lengan dan kakinya untuk menyelamatkan hidupnya. Namun, ternyata Liner lebih berguna saat dia masih belum terlalu tertarik untuk mengenakan prostetiknya. Dengan liner membantunya mengembangkan gerak berjalan dan membangun otot-ototnya.

Pada saat awal pemasangan, ibunya menuturkan itu menakjubkan saat melihat putrinya itu dapat berjalan ke kamar bayi. Setelah mengalami penyakit meningitis yang menyerangnya pada bulan September 2015 saat masih berusia Sembilan bulan dan Harmonie hanya mendapatkan kesempatan hidup 10 persen saja.

Dan dokter pun mengungkapkan bahwa hal ini merupakan kasus terburuk yang pernah dilihatnya, harus diamputasi anggota tubuhnya hanya untuk dapat menyelamatkan hidupnya. Tapi, saat ini Harmonie sudah sehat dan menjalankan hidup seperti orang-orang pada umumnya. Meski, setiap enam sampai Sembilan bulan dia membutuhkan kaki palsu dengan kaki yang lurus dan sederhana saja, sebelum dia dapat bergerak ke versi bersendi dengan lutut.