Laman

Jumat, 29 Desember 2017

Lebih Memahami Meningitis Pada Si Kecil

Lebih Memahami MeningitisMeningitis merupakan istilah medis yang digunakan untuk memberikan gambaran infeksi atau radang yang terjadi pada selaput pelindung (meninges). Selaput yang dapat melindungi otak dan saraf tulang belakang. Penyakit meningitis itu biasanya disebabkan oleh bakteri dan virus. Dimana bakteri dan virus tersebut terus bergerak menuju meninges dengan melalui aliran darah. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja yang dapat terjangkit penyakit ini, meningitis pada anak juga dapat terjadi kapan dan dimana saja.

Lebih Memahami Meningitis Pada Si Kecil

Oleh sebab itu, sebagai orang tua harus lebih memahami meningitis pada anak agar dapat mengantisipasinya. Sebab, meningitis yang terjadi pada anak itu ditularkan dengan melalui virus yang disebarkan melalui udara dari orang yang sedang bersin atau batuk berdekatan dengan si kecil. Selain itu, dapat disebabkan karena tidak menjaga kebersihan. Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri dapat disebarkan jika si kecil tinggal bersama, disentuh, dicium pasien penderita meningitis.

Si kecil kapan dan dimana saja dapat tertular penyakit meningitis. Pengidap meningitis saat batuk dan bersin di dekat anak dapat menularkan penyakitnya itu, atau bisa juga dengan menggunakan peralatan makan, minum atau barang-barang pribadi lainnya secara bersamaan dengan pengidap meningitis. Lebih memahami meningitis pada anak itu akan lebih baik.

Tanda-tanda awal atau gejala meningitis pada anak yang disebabkan oleh adanya bakteri maupun virus seringkali serupa. Dan bahkan, ada beberapa gejala yang serupa dengan penyakit lain, seperti flu. Pada umumnya gejala meningitis yang ditimbulkan pada anak jika penyakit tersebut sudah parah.

Oleh sebab itu, disarankan pada orang tua agar segera melarikan si buah hati ke instansi gawat darurat, apabila anak menunjukkan tanda-tanda menangis, merintih atau mengerang tidak seperti biasanya, timbul bintik-bintik atau ruam pada kulit, pernapasan cepat, kejang-kejang, demam, kaki dan tangan dingin, nafsu makan hilang, lesu, wajah terlihat pucat, mengantuk, sakit kepala, kebingungan, leher kaku dan peka terhadap cahaya dan suara keras sehingga merasa terganggu.

Meningitis yang terjadi pada anak yang disebabkan oleh virus biasanya tidak akan menimbulkan komplikasi yang lebih bahaya dari meningitis bakteri. Dan bahkan, gejala meningitis virus dapat membaik dan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 10 hari hingga dua minggu. Sehingga, Anak-anak yang meningitis tersebut dapat diobati dengan cara rawat jalan di rumah. 

Sedangkan, meningitis pada anak yang disebabkan oleh bakteri dapat menimbulkan komplikasi yang cukup serius dan dalam jangka waktu panjang. Misalnya, gangguan pada pendengaran (tuli), gangguan pada penglihatan (buta), sulit berbicara, masalah otot, kejang-kejang, gangguan pada jantung dan ginjal serta kelenjar, keterlambatan perkembangan dan penurunan fungsi mental hingga dapat berakibatkan pada kematian.

Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri ini dapat dengan cepat berkembang dalam hitungan jam saja. Apabila terjadi keterlambatan, dapat mengakibatkan kematian meskipun telah menggunakan perawatan medis yang paling mutakhir. Akan tetapi, dalam kasus yang sangat langka ini, meningitis yang terjadi pada anak-anak yang disebabkan oleh bakteri masih bisa disembuhkan. Itupun jika si buah hati segera diobati dan ditangani dengan cepat dan tepat. Bahkan, anak mungkin akan benar-benar pulih setelah diobati atau direhabilitasi selama beberapa minggu.

Hindarkan anak dari penderita meningitis. Jika si kecil ternyata mengalami gejala-gejala seperti yang diatas tadi, segeralah untuk menghubungi dokter atau membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan cepat agar penyakit meningitis pada anak dapat segera disembuhkan.