Laman

Rabu, 03 Januari 2018

Gondongan Mewabah Warga Resah di Banyumas

Penyakit Gondongan - Masyarakat Kabupaten Banyumas pada akhir-akhir ini di buat resah dan sedang merasa was-was. Hal itu disebabkan karena adanya penyakit yang sudah mulai menyebar dengan melalui ke beberapa daerah di Kabupaten Banyumas. Seperti yang terjadi di Sunyalangu, ada beberapa siswa Madarash Ibtidaiyah (MI) di Sunyalangu yang saat itu harus mengikuti ujian akhir semester dengan kondisi terkena penyakit gondongan. Salah satu pendidiknya yang bernama Afifah mengatakan, bahwa siswanya itu terkena penyakit gondongan secara bergiliran.

Gondongan Mewabah Warga Resah di Banyumas

Para siswa di Sunyalangu bergiliran terkena penyakit gondongan, dimana akibat penyakit ini leher membengkak disertai dengan demam tinggi terlebih dahulu. Selain siswa MI, beberapa siswa di Sekolah Dasar (SD) lain pun mengalami hal yang serupa. Misalnya saja seperti di Sokaraja yang juga telah mulai marak penyakit tersebut. Salah satu warga Karangklesem bernama Eka berusia 35 tahun mengaku bahwa dirinya sudah mulai khawatir sekali di musim penghujan mulai marak berbagai macam penyakit termasuk gondongan mewabah.

“Adapun beberapa teman yang memberikan kabar ada banyak penyakit gondongan mewabah dimana-mana. Hati pun sudah mulai was-was, anak masih usia SD, takur tertular penyakit itu,” ungkapnya. Eka sudah mulai khawatir sebab beberapa ciri-ciri tersebut mirip sekali dengan difteri. Penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas yakni dr Arif Sugiono mengatakan, bahwa penyakit gondongan atau Mumps, Parotis termasuk dalam penyakit menular yang dibawa virus (paramyxovirus). Dimana pada penyakit ini menyerang kelenjar ludah di antara telinga dan rahang. Sehingga dapat menyebabkan pembengkakan pada leher atau pipi di bagian bawah. Bahkan dengan kabar penyakit itu juga dapat menjadi penyakit yang mematikan seperti meningitis.

Penyakit tersebut kalau menurutnya itu adalah sangat rentan sekali, apalagi bila menyerang anak-anak. Terlebih, penyebaran virus yang membawa penyakit ini tergolong sangat cepat sekali, mirip seperti virus yang membawa penyakit influenza. Persis sekali penyakit meningitis yang sangat cepat sekali penyebaran dan penularannya.

Selain terjadinya pembengkakan pada kelenjar parotis yang menyebabkan sisi wajah penderita tampak membesar, menurut dia, gondongan juga dapat disertai dengan gejala nyeri lainnya terutama pada sendi, demam tinggi, nyeri perut, mulut kering, sakit kepala dan hilang nafsu makan.

“Sebagai orang tua sebaiknya itu harus lebih memperhatikan anak-anaknya, apalagi yang sekarang ni sedang memasuki  cuaca yang tidak menentu, kadang hujan dan kadang panas,” jelasnya.

Dr Arif menegaskan, bahwa penyakit gondongan itu berbeda dengan Difteri. Sebab letak pembengkakannya pun berbeda. Kalau gondongan yang membengkak itu kelanjar parotisnya, sedangkan Difteri membengkak pada kelenjar ludah. Dan disertai dengan ciri-ciri yang lainnya yang berbeda.

Gondongan itu sendiri menurut dia, sebenarnya satu penyakit yang sangat ringan. Hanya terjadi pembengkakan saja tapi kalau berbicara komplikasinya, jika tidak segera ditangani dengan tepat dan baik menurutnya akan menyebabkan berbagai macam penyakit lainnya. seperti penyakit meningitis, radang otak, pangreatitis akut dan penyakit lainnya.

“Sebab virusnya itu menyebar ke pembuluh darah dan akan berdampak pada organ tubuh yang lainnya. oleh sebab itu, saat sudah mulai merasa sakit timbul gejala, segeralah lakukan pengobatan,” ucap dia.

Sementara itu, untuk melakukan pencegahannya cukup mudah sekali. saat cuaca yang sedang tidak menentu seperti yang terjadi pada saat ini, infeksi memang terjadi peningkatan, mulai dari influenza dan penyakit lainnya. Untuk melakukan pencegahannya, langkah yang pertama ialah meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, konsumsi buah-buahan dan perbanyak sayur-sayuran.

“Selain itu semua, biasakan olahraga, cukup dengan meluangkan waktu lima menit saja setiap dua kali sehari juga sudah lebih dari cukup. Olahraga dalam waktu yang lebih lama lagi akan lebih baik,” paparnya.