Laman

Senin, 15 Januari 2018

Penyakit Cryptococcal Meningitis Dapat Ditangani

Penyakit Cryptococcal Meningitis – penyakit meningitis merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan peradangan pada membran (meninges) di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, biasanya infeksi pada penyakit ini akan terus menyebar. Pembengkakan yang terkait dengan meningitis seringkali memicu tanda dan gejala dari kondisi yang seperti ini, antara lain demam, leher kaku, sakit kepala dan siapa pun yang masih berusia dua tahun ke atas. Selain itu, banyak juga kasus meningitis yang disebabkan oleh beberapa faktor yakni oleh infeksi virus, bakteri jamur. Setiap tahun virus dapat menyebabkan meningitis yang lebih besar dari pada  bakteri. Sedangkan meningitis akibat jamur tidak dapat menyerupai acute bacterial meningitis. 

Penyakit Cryptococcal Meningitis Dapat Ditangani

Crytococcal meningitis adalah jamur. Dimana kuman ini sangat lazim berada di tanah. Jamur ini kemudian masuk ke dalam tubuh kita saat menghirup debu atau kotoran burung yang kering. Tampaknya juga kuman ini tidak menyebar dari orang ke orang. Penyakit Cryptococcal meningitis dapat menginfeksi kulit, paru dan bagi tubuh yang lainnya. Risiko infeksi Cryptoccal yang paling tinggi itu jika jumlah CD4 dibawah 50.

Penyakit Cryptococcal Meningitis adalah salah satu infeksi oportunistik terkait dengan HIV yang paling penting, terutama di negara yang berkembang. Dalam sebuah penemuan baru memperkirakan bahwa ada satu juta kasus pada setiap tahunnya. Meningitis sejenis ini memiliki tanda-tanda yang diawali dengan demam, leher pegal, kelelahan, demam, mual, muntah, kebingungan, penglihatan kabur dan kepekaan pada cahaya dan suara yang keras. Gejala ini muncul secara perlahan. Kalau sakit kepala seringkali dialami pada bagian depan kepala dan tidak mampu diredakan oleh paracetamol.

Penyakit Cryptococcus meningitis dapat diobati dengan obat anti jamur. Beberapa dokter biasanya memakai flukonazol. Obat ini tersedia dalam bentuk pil atau infus. Flukonazol lumayan efektif dan biasanya itu mudah ditahan. Selain itu, Intrakanazol juga kadang kala dipakai untuk orang yang tidak tahan dengan flukonazol. Dokter lain pun memilih kombinasi amfoterisin B dan kapsul flusitosin. Adapun obat yang sangat manjur yakni Amfoterisin B. obat ini dapat disuntikkan atau diinfus secara perlahan dan dapat mengakibatkan efek samping yang berat.

Namun, efek berat tersebut dapat dikurangi dengan obat semacam ibuprofen setengah jam sebelum amfoterisin B dipakai. Amfoterisin B sudah ada sudah ada versi yang barunya, dengan obat yang dilapisi selaput lemak menjadi gelembung kecil yang disebut dengan Liposom. Versi ini kemungkinan dapat menyebabkan lebih sedikit efek samping.

Cryptococcus meningitis dapat kambuh kembali setelah kejadian pertama pada kurang lebih separuh orang. Untuk mengurangi rasa kambuhnya itu dapat menggunakan obat anti jamur. Sebuah penelitian baru telah menemukan bahwa meningitis tidak kambuh pada Odha dengan jumlah CD4 yang mengingat menjadi lebih dari 100 dan memiliki viral load tidak terdeteksi selama tuga bulan. Untuk beberapa orang, pada cairan sumsum tulang punggung yang harus disedot setiap hari untuk beberapa waktu agar dapat mengurangi tekanan pada otak.

Jika seseorang mengalami penyakit Cryptococcus meningitis, ada beberapa pengobatan yang dapat Anda pilih. Diobati dengan obat anti jamur seperti amfoterisin B, flukonazol dan flusitosin. Sedangkan, Amfoterisin B adalah obat yang paling manjur, akan tetapi obat ini dapat merusak ginjal. Kalau obat yang lainnya tadi dapat mengakibatkan efek samping yang lebih ringan, tatapi kurang efektif untuk memberantas Cryptococcus. Jadi meningitis didiagnosis cukup dini, dimana penyakit ini dapat diobati dengan tanpa obat amfoterisin. Akan teapi pengobatan yang umumnya itu adalah amfoterisin B untuk dua minggu dan diikuti dengan flukonazol oral (pil).

Selebihnya, jika mengalami Cryptococcus meningitis, diagnosis dini mungkin dapat membolehkan pengobatan dengan obat yang kurang beracun. Namun, lebih baik segera untuk menghubungi dokter jika mengalami sakit kepala, bermalasah pada penglihatan, leher pegal, mual, atau muntah dan masalah lainnya. Jika sebelumnya pernah merasakan penyakit meningitis, harus memakai obat anti jamur yang terus menerus untuk mencegah kambuhnya.