Laman

Jumat, 05 Mei 2017

Kejang Panas Biasa dan Kejang Meningitis Pada Anak itu Beda

Kejang panas biasa dan kejang meningitis pada anak itu beda, Meningitis penyakit yang sangat membahayakan dan mematikan. Siapa saja bisa mengalami hal tersebut. Karena meningitis yang disebabkan oleh infeksi, maka bisa menular dengan melalui batuk, bersin, gigitan nyamuk dan berciuman. Terutama bila anak-anak yang terserang penyakit flu atau pilek, dapat mengalami demam tinggi yang memicu terjadinya kejang-kejang. Biasanya munculnya gejala tersebut akan mereda dengan sendirinya namun terkadang bisa juga berlangsung lama menetap dan para orang tua disarankan agar ekstra hati-hati terhadap kejang yang seperti itu, jika di alami oleh anak-anaknya.

Kejang Panas Biasa dan Kejang Meningitis Pada Anak itu Beda

Dipaparkan oleh dr Tinuk Agung, SpA, dari Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita bahwa Kejang panas biasa dan kejang meningitis pada anak itu beda, jika terjadinya kejang terhadap anak yang berlangsung lama diperkirakan bisa jadi anak tersebut terkena meningitis. Penyebabnya dikarenakan adanya infeksi kuman pada selaput otak, dimana kalau tidak segera ditangani dengan tepat bisa menyebabkan kematian. "Adanya kuman yang menyebabkan infeksi tersebut memang cukup ganas. Yang lebih sering seperti Haemophilus influenza golongan b atau streptococcus," jelas dr Tinuk.

"Gejala yang dimunculkan itu kejang dan penurunan kesadaran yang cukup lama bukan seperti step biasa. Kalau lagi panas yang kebanyakan masyarakat bilang step itu kejang sebentar terus nangis biasa, nah kalau pada meningitis itu panas kejang terus tidak bangun, Kejang panas biasa dan kejang meningitis pada anak itu beda " papar dr Tinuk.

Bila ada kecurigaan orang tua sangat perlu untuk segera membawa anak untuk mendapatkan pertolongan medis oleh dokter. Dokter akan memberikan obat antibiotik injeksi sambil mendapat perawatan ketat dengan harapan kuman yang menyerang dapat dibunuh dengan cepat sebelum membuat kerusakan yang lebih parah lagi.

Pada kasus infeksi meningitis yang cukup parah, bila anak dapat diselamatkan ada kemungkinan terdapat gejala sisa. Hal ini disebabkan oleh kerusakan yang cukup para dan sudah terlanjur terjadi pada otak anak.

"Kalau misalnya anak tersebut dapat dikatakan sembuh tapi sudah sempat parah tidak sadarkan diri lama itu bisa ada gejala sisa. Contohnya anak jadi kaku-kaku dan pasti akan menimbulkan gangguan terhadap tumbuh kembang serta kecerdasan terhadap anak tersebut," tutup dr Tinuk.