Laman

Senin, 18 Desember 2017

Pembentukan Satgas Mengatasi Meningitis Oleh Majelis Sagnarigu

Pembentukan Satgas Mengatasi Meningitis – Majelis Distrik Sagnarigu yang berada di Northern Region kini telah membentuk sebuah satuan tugas (Satgas) yang diberikan mandat untuk dapat memantau dan mengelola serentetan meningitis yang terjadi baru-baru ini terjadi dan sejauh ini juga telah membunuh beberapa sisawa dari institusi siklus kedua dan dirawat di rumah sakit. Satuan Tugas dari tim kesiapsiagaan epidemi Kabupaten yang mendapatkan tugas untuk mengunjungi asrama dan balai makan dar seluruh sekolah menengah di distrik tersebut untuk dapat memastikan bahwa adanya ventilasi yang tepat.

Pembentukan Satgas Mengatasi Meningitis Oleh Majelis Sagnarigu

Ada seorang siswa dan mahasiswa meninggal akibat dari meningitis. Sedangkan, 6 siswa lainnya masih dalam masa perawatan di rumah sakit. Alasan pembentukan satgas mengatasi meningitis oleh Majelis Sagnarigu untuk memantau dan megelola serentetan meningitis yang ada disana, tidak terdapat wabah di Ghana – GHS.

Pembentukan satgas mengatasi menintis untuk memantau dan mengelola serentetan meningitis yang mencakup tenaga kesehatan dari Direktorat kesehatan kabupeten, anggota majelis dan pemangku kepentingan utama lainnya yang ada dari sektor pendidikan.

Kapala Eksekutif Sagnarigu yakni Mariam Issrisu menggambarkan, bahwa epidemi tersebut sebagai ancaman keamanan manusia, sehingga dalam langkah tersebut masih membatasi penyebarannya di wilayah tersebut.

“Pada dasar dari semuanya itu, tim kesiapsiagaan epidemi distrik diberikan mandat hanya untuk bertemu pada setiap tiga bulan atau selama wabah atau dalam waktu kapan pun ada ancaman wabah. Dan pada saat ini kita mengalami wabah menyusul dari tempat lain,”

Sebagai distrik yang telah membiasakan daerah kantong pendidikan Wilayah Northern Region, dia meminta agar ada pendekatan multifaset dalam menangani situasi di Sagnarigu.

“Kami membawa diri seperti ini hanya untuk dapat mendiskusikan dan menerapkan strategi yang dapat kami lakukan untuk memastikan bahwa kabupaten tersebut tidak terpukul oleh wabah meningitis yang terjadi selama ini.”

“Kami juga telah sepakat bahwa ada kebutuhan untuk melaksanakan pendidikan kesehatan di seluruh sekolah menengah di kabupaten ini. Dan sekali lagi kita juga melihat bahwa ada kebutuhan untuk mengingatkan seluruh rumah sakit di dalam kapubaten untuk bersiap-siap untuk melakukan perawata dini sehingga meski kita mendapatkan wabah atau kasus, kita tidak akan lagi mencatat kematian karena meningitis.”

Mariam Iddrisu disini menekankan, bahwa sebagai Kepala Distrik, saya berpikir bahwa dalam kehidupan masyarakat termasuk tanggung jawab saya juga. Jadi jika dari kita sendiri dapat menghindari dan mencegah kematian dari perawatan dini, penting sekali untuk mengingatkan seluruh rumah sakit agar siap dalam keadaan yang sehat.

Lanjut dia, kami juga melihat bahwa perlunya mengingatkan anggota tim suveilans untuk dapat melihat tanda dan gejala tertentu di daerah tangkapan air mereka. Untuk kesiapan administrasinya juga untuk membangun teluk sakit di seluruh institusi siklus kedua di kabupaten tersebut agar menjamin kesehatan para siswa.

Menurutnya, kabupaten tersebut sudah memiliki cukup vaksin untuk dapat melayani korban meningitis jika terjadi wabah. Sedangkan Sekolah Menengah Bisinis Tamale (Tamasco), Sekolah Menengaj Bisnis (BISCO), Sekolah Menengah Tamale Islam, Sekolah Bisnis Menengah (NOBISCO) serta institusi tersier seperti Universitas Studi Pembangunan (UDS), Tamale Technical Universitas, Kampus Tamale City, Bagabaga dan Tamale Colleges of Education dan Direktorat Pendidikan Daerah Utara berada di Distrik Sagnarigu.